Selasa, 12 November 2019

5 Cara Menyakinkan Para Investor Untuk Menanamkan Modalnya

Jamak terjadi di tengah masyarakat, seseorang yang meminjam modal (capital) kepada kredit mikro untuk mengembangkan bisnisnya. Padahal itu bukanlah satu-satunya solusi agar sebuah bisnis mendapat suntikan dana. Investasi adalah salah satu jalan keluar lainnya. Dengan modal dana dari investor, bisnis tersebut bisa dibangun dan semakin berkembang.

Cara ini tentunya lebih tepat daripada meminjam modal (capital) kepada kredit mikro. Sebab tidak ada ancaman bunga yang mengintai. Meskipun salah satu tantangan terbesarnya adalah investor itu sendiri. Yakni bagaimana menyakinkan mereka agar mau menyuntikkan dananya. Apalagi jika mencarinya lewat platform investasi online.

Platform Investasi Online Terpercaya Di Indonesia
Sebelum beranjak pada pokok pembahasan, sebenarnya ada informasi menarik bagi para pelaku usaha yang membutuhkan uluran tangan para investor. Platform menarik yang mempertemukan antara investor dan investee (penerima modal) bernama Amartha. Perusahaan microfinance ini bisa menjadi wadah untuk mencari suntikan investasi online dari para pemilik modal.

Tambahan lagi, Amartha telah memiliki track record bagus yang membuat para investor tertarik menggunakan jasanya. Banyak capaian dan prestasi yang telah ditorehkannya sampai sekarang. Pelaku usaha bisa memanfaatkan platfrom ini untuk mencari investasi yang baik dari para pemilik modal. Lalu bagaimana caranya? Tulisan dibawah ini adalah jawabannya :

5 Cara Menyakinkan Para Investor Untuk Menanamkan Modalnya

1. Produk Harus Lolos uji Coba
Banyak pengusaha yang lupa atau sengaja tidak mengetes produknya ke konsumen. Padahal salah satu faktor yang membuat investor tidak berminat investasi adalah produk belum dijajakan ke konsumen. Mereka pasti akan menahan modalnya jika produk yang dipresentasikan belum pernah di uji coba ke publik. Maka langkah pertama adalah lakukan uji coba ke konsumen sebelum.

2. Produk Berdaya Tarik Tinggi
Investor akan berpikir dua kali untuk menanamkan dananya ke bisnis yang produknya tidak menarik. Maka pastikan produk yang dijajakan berpenamipilan menarik agar investasi yang baik dari para investor cepat disuntikkan. Misalnya dengan membuat iklan di sosial media yang menarik perhatian warganet. Jika berhasil, barulah presentasikan produk tersebut di hadapan investor.

3. Produk Sudah Dipasarkan
Maksudnya, produk sudah dipasarkan dan telah dibeli oleh masyarakat. Produk yang sudah laku di pasaran tentunya menjadi nilai lebih ketika pelaku usaha ingin meminta bantuan dana kepada para investor. Sebab menurut mereka, investasi yang baik adalah yang tidak dimulai dari awal. Dengan kata lain, investor lebih memilih pelaku usaha yang sudah memiliki rekam jejak memasarkan produknya.

4. Penjelasan Menarik
Perlu usaha ekstra ketika mempresentasikan produk dihadapan investor. Sewaktu presentasi baiknya diselingi dengan prototype yang menarik. Misalnya dengan menampilkan video atau gambar pendukung. Dengan kata lain, Presentasi yang menarik menjadi nilai positif di mata investor. Untuk investasi online, maka tampilkan video atau gambar pendukungnya harus diletakkan dihalaman dashbord peminjam.

5. Memiliki Website
Selain langkah diatas, pelaku bisnis bisa memperkenalkan produknya dengan memakai blog atau website gratis. Cara ini bisa menjadi alternatif ketika kesulitan memperkenalkan produknya. Apalagi jika menggunakan jasa investasi online. Terbatasnya ruang untuk menjelaskan usaha dan bisnis bisa diganti dengan backline yang mengarah pada blog bisnisnya. 

5 point diatas tentunya menuntut pelaku bisnis bekerja lebih keras. Para investor harus dibuat yakin bahwa investasi di bisnis tersebut benar-benar menguntungkan. Sebagai tambahan informasi, amartha Group menyediakan dashbord yang lengkap bagi member untuk memperkenalkan usahanya. Para peminjam juga akan mendapatkan keuntungan lainnya jika bergabung dengan Amartha.