Jumat, 29 November 2019

Hal-Hal Mengenai Cara Mengobati Vaskulitis yang Harus Anda Ketahui

Penanganan yang dilakukan pada vaskulitis ini tergantung kepada hasil diagnosis dan organ yang terkena dampak. Nah, vaskulitis yang disebabkan oleh reaksi alergi biasanya akan sembuh dengan sendirinya tanpa memerlukan pengobatan. Namun, apabila vaskulitis sudah memengaruhi organ penting, seperti paru, otak, atau ginjal, penanganan medis sangat diperlukan.

Hal-Hal Mengenai Cara Mengobati Vaskulitis yang Harus Anda Ketahui
Sumber : Alodocter.com
Penanganan vaskulitis ini biasanya ditujukan untuk mengontrol peradangan dengan cara pemberian obat-obatan, kemudian dilakukan juga pengobatan untuk penyakit yang dapat memicu terjadinya vaskulitis.

Vaskulitis ini umumnya ditangani dalam dua tahap, yaitu penghentian peradangan dan pencegahan supaya tidak kambuh lagi. Dilansir dari Alodocter, beberapa cara mengobati vaskulitis adalah, sebagai berikut.

1. Obat-obatan
Pengobatan ini dilakukan dengan memberikan kortikosteroid, semacam prednisone atau methylprednisolone. Di sisi lain, penggunaan obat ini dalam jangka panjang dapat menimbulkan efek samping, seperti diabetes dan osteoporosis. Gunakanlah dalam dosis rendah jika memang harus mengonsumsi kortikosteroid dalam jangka panjang.

Selain kortikosteroid, terdapat pula obat-obatan lain yang berfungsi  sebagai penekan respons sistem imun yang memicu kerusakan pembuluh darah, semacam cyclophosphamide atau azathioprine. Di samping itu, terapi biologis dengan  rituximab juga bisa diberikan.

2. Bedah
Dalam beberapa kasus, vaskulitis bisa menjadi sebab munculnya aneurisma atau pembengkakan di pembuluh darah. Vaskulitis juga dapat menyebabkan arteri menyempit, sehingga menghambat aliran darah. Pasien dengan kedua kondisi tersebut memerlukan tindakan pembedahan sebagai cara pengobatan.

Cara mendiagnosa vaskulitis
Vaskulitis dapat didiagnosis dengan kombinasi tes darah, tes urin, X-ray pada pembuluh darah, tes laboratorium, biopsi dan tes pencitraan. Penanda umum ini dari inflamasi pada darah seperti protein C-reaktif, angka sedimentasi eritrosit dan interleukin-6 bisa naik pada penyakit. Berikut selengkapnya.

1. Tes darah
Tes darah ini dilakukan bertujuan untuk mengonfirmasi adanya peradangan, yaitu dengan cara mendeteksi peningkatan kadar protein C-reaktif. Disamping itu, dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk melakukan tes complete blood count (CBC).

Tes darah ini juga berguna untuk menemukan adanya antibodi pada tubuh, seperti tes antibodi sitoplasmik anti-neutrofil, yang ada kaitannya dengan kemunculan penyakit ini.

2. Tes urin
Tes urin ini bisa membantu dokter untuk menemukan adanya protein tertentu atau adanya sel darah merah, yang menunjukkan jika terdapat masalah pada pembuluh darah.

3. Tes pencitraan
Dalam hal ini, dokter juga akan merekomendasikan tes pencitraan atau pengambilan gambar untuk mengetahui apakah ada organ tubuh Anda yang terpengaruh penyakit ini. Tes-tes seperti X-ray, USG, CT scan, MRI scan, atau PET scan bisa dilakukan, tergantung pada kondisi kesehatan dan kebutuhan Anda.

4. X-ray pada pembuluh darah (angiografi)
Pada tes kali ini, dokter akan memasukkan kateter kecil melalui pembuluh arteri atau vena Anda. Lalu, dokter akan menyuntikkan cairan tinta secara khusus melalui kateter itu. Cairan tersebut akan terdeteksi oleh mesin X-ray, sehingga dokter bisa melihat pembuluh darah Anda dengan jelas.

Adapun pengobatan lain yang dilansir dari laman Hellosehat, berikut adalah gaya hidup dan cara mengobati vaskulitis yang dapat dilakukan di rumah :

1. Milikilah pola makan sehat yang bisa mencegah adanya potensi masalah akibat pengobatan, seperti pengeroposan tulang, tekanan darah tinggi, dan diabetes.
2. Vaksinasi rutin. Lakukanlah vaksinasi sesuai jadwal, seperti untuk flu dan pneumonia, hal tersebut dapat membantu mencegah masalah akibat pengobatan, seperti infeksi.
3. Olahraga rutin, seperti berjalan bisa mengurangi resiko terjadinya pengeroposan tulang, tekanan darah tinggi dan diabetes yang terkait dengan vaskulitis.
4. Miliki dukungan mental yang kuat jika memang Anda merasa perlu untuk berbicara dengan orang lain dengan vaskulitis, tanyakan kepada tim medis mengenai kelompok dukungan ini.